• Kamis, 29 September 2022

Bukan Hoax: Tiga Hari Lagi Kominfo Blokir Facebook, Instagram, WhatsApp, YouTube dan TikTok

- Minggu, 17 Juli 2022 | 18:28 WIB
Kominfo berencana membloki blokir WhatsApp, Instagram, hingga Google. (Pixabay.com @Stefan Schweihofer)
Kominfo berencana membloki blokir WhatsApp, Instagram, hingga Google. (Pixabay.com @Stefan Schweihofer)



My Sulut - Netizen pastinya bakal tercengang setelah mendapatkan informasi, Kominfo segera melakukan pemblokiran seluruh media sosial, seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, YouTube dan TikTok.

Pasalnya, rancana pemblokiran terhadap seluruh media sosial, seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, YouTube dan TikTok, sudah sejak lama menjadi agenda penting Kominfo.

Informasi Kominfo akan segera memblokiran terhadap seluruh media sosial, seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, YouTube dan TikTok, memang adalah benar adanya, bukan sekedar hoax.

Baca Juga: Pemerintah Segera Blokir Seluruh Medsos di Indonesia, Ini Alasannya

Padahal, Facebook, Instagram, WhatsApp, YouTube dan TikTok, merupakan sosial media yang paling sering digunakan pengguna dunia maya untuk berkomunikasi atau mencari informasi melalui jaringan internet.

Pemblokiran terhadap seluruh media sosial, seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, YouTube dan TikTok oleh Kominfo, tentunya bukan tanpa alasan.

Pemerintah melalui Kominfo, bahwa rencana blokir seluruh media sosial, seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, YouTube dan TikTok, terhitung 3 hari lagi.

Baca Juga: Nathalie Holscher Ungkap Secara Gamblang Sosok Pengganti Sule

Langkah tegas Kominfo tersebut, tepatnya akan dilaksanakan, pada Rabu 20 Juli 2022.

Alasannya, Kominfo sejak lama telah mensosialisasikan kepada publik tentang hal ini.

Sejak beberapa bulan terakhir, Kominfo RI telah meminta kepada perusahaan pemilik aplikasi media sosial, seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, YouTube dan TikTok, untuk melakukan pendaftaran Penyelenggara Sistem Elektronik atau disebut PSE Lingkup Privat.

Baca Juga: AKBP Raden Brotoseno Dipecat dari Polri, Ini Dukungan Sang Istri Tata Janeeta

Dan Kominfo tengah mengultimatum batas waktu pendaftaran PSE akan berakhir pada 20 Juli 2022.

Pendaftaran PSE merupakan syarat yang wajib dilakukan, sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Peraturan perundang-undang tersebut yakni, bahwa seluruh aplikasi yang memiliki sistem elektronik privat harus didaftarkan.

Baca Juga: Titi Kamal Pakai Seragam SMA di HUT Ussy Sulistiawaty, Pesonanya Tak Pernah Hilang

Pemblokiran akan dilakukan, jika tidak dilakukan pendaftaran PSE tersebut, sebagaimana ketentuan yang sudah disyaratkan.

Kominfo pun menegaskan, pemblokiran akan dilakukan tanpa memandang perusahaan pemilik aplikasi, baik itu lokal maupun global.

Sebab, perusahaan-perusahaan penyedia layanan privat, wajib mendaftar PSE.

Baca Juga: Tujuh Fakta Menarik Aktis Drakor Go Yoon Jung

Beberapa waktu lalu, Kominfo telah mensosialisasikan rencana melakukan pemblokiran terhadap seluruh media sosial, seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, YouTube dan TikTok.

Pemblokiran terhadap media sosial akan dilakukan Kominfo, jika pihak perusahaan aplikasi belum mendaftar Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) kepada pemerintah.

Tujuan dilakukan pemblokiran, untuk PSE yakni memberikan perlindungan keamanan dan menciptakan ruang digital yang aman serta sehat.

Baca Juga: Sule dan Nathalie Holscher Bersepakat Bercerai, Nasib Adzam Bagaimana?

Berdasarkan data Kominfo, perusahaan besar seperti Facebook, Instagram, WhatsApp hingga Google saat ini belum terdaftar dalam situs resmi Kominfo.

Sejak 2015 hingga 22 Juni 2022, ada 4.540 PSE yang baru terdaftar di Indonesia, antara lain 4.472 PSE dari domestik dan 68 PSE dari luar negeri.

Juru Bicara Kominfo Dedy Permadi menjelaskan kebijakan tersebut diputuskan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik dan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2020 atas Perubahan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 10 Tahun 2021 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat.

Baca Juga: Akhirnya Nathalie Holscher Bikin Pengakuan, Alasan Gugat Cerai Sule

“Bagi yang sudah mendaftar, perlu mendaftar ulang jika belum sesuai sistem Online Single Submission Risk Base Approach (OSS RBA) Kominfo."

"Sedangkan bagi PSE lain yang belum pernah melakukan pendaftaran dan memenuhi kriteria wajib daftar, perlu segera melakukan pendaftaran,” kata Dedy Permadi, pada 25 Juni 2022.

Ia mengungkapkan jika PSE tak mendaftar di Indonesia, maka semua aplikasi ataupun platfrom digital akan beroperasi tanpa adanya pengawasan hingga koordinasi dari Kominfo.

Baca Juga: Fitur Whatsapp Keren Tapi Tak Banyak Orang Tahu

Jika kemudian hari PSE yang belum mendaftar mengalami masalah atau adanya pelanggaran, Kominfo akan kesulitan menangani masalah tersebut.

Berdasarkan keterangan tersebut, Kominfo memberikan sejumlah alasan mengapa PSE harus segera mendaftar kepada pemerintah, dikutip dari laman Instagram Indonesiabaik.id:

1. Untuk mengawasi sistem pengawasan, pencatatan terkoordinasi sesuai aturan untuk seluruh PSE yang beroperasi di Indonesia.

Baca Juga: TIPS: Jadikan Parabola Mini Sebagai Antena Penangkap Siaran TV Digital

2. Memastikan PSE mumpuni dalam melindungi data pribadi pengguna.

3. Mewujudkan keadilan, termasuk pajak antara PSE dalam dan luar negeri.

4. Mewujudkan keadilan dalam bisnis platform digital di Indonesia.

Halaman:

Editor: Wenseslaus Leriando Kambey

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bharada Eliezer Cabut Kuasa Terhadap Pengacara

Jumat, 12 Agustus 2022 | 07:38 WIB

Demokrat Belum Miliki Bakal Calon Presiden 2024

Jumat, 5 Agustus 2022 | 17:44 WIB

Terpopuler

X