• Kamis, 29 September 2022

Polri Kejar KKB Pembunuh Pendeta dan Delapan Warga Sipil di Papua

- Minggu, 17 Juli 2022 | 19:04 WIB
Korban KKB Papua yang Meninggal, satu di antaranya Pendeta Eliaser Baye, 16 Juli 2022. (Bonsernews.com/Dok Penrem 172/PWY)
Korban KKB Papua yang Meninggal, satu di antaranya Pendeta Eliaser Baye, 16 Juli 2022. (Bonsernews.com/Dok Penrem 172/PWY)



My Sulut - Aksi penyerangan terhadap warga sipil hingga menewaskan 9 warga yang diantaranya seorang pendeta, mendapat perhatian khusus Polri.

Penyerangan dan penembakan terhadap 12 warga, dan 9 warga yang tewas termasuk pendeta Eliaser Baye, terjadi di Kampung Nogolait, Kabupaten Nduga, Papua, pada 16 Juli 2022 lalu.

Polri menduga, pelaku penembakan hingga meninggalnya 8 warga dan pendeta Eliaser Baye, dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Baca Juga: Bukan Hoax: Tiga Hari Lagi Kominfo Blokir Facebook, Instagram, WhatsApp, YouTube dan TikTok

Polri memastikan hingga saat ini, pihaknya terus berupaya memburu terduga pelaku KKB tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal.

“Kejadian penyerangan terjadi pada hari Sabtu tanggal 16 Juli sekitar pukul 09.15 Wit, di Kampung Nogolait Kabupaten Nduga yang mengakibatkan 12 orang menjadi korban diantaranya 10 meninggal dunia salah satunya seorang pendeta dan 2 orang mengalami luka-luka,” kata Kamal, dalam keterangan tertulisnya, Minggu 7 Juli 2022.

Baca Juga: Kesehatan: Waspada Tujuh Penyebab Serangan Jantung Koroner, Penyakit Paling Mematikan di Dunia

Ia juga mengaku menyesalkan adanya aksi penyerangan dan penembakan hingga menewaskan 10 warga itu.

Kamal pun menegaskan, anggota Polres Nduga yang di backup Satgas Damai Cartenz bersama prajurit TNI, masih mendalami latar belakang dari penyerangan dan penembakan, dan sedang melakukan pemburuan terhadap KKB.

“Sangat keji, tidak pandang bulu, seorang pendeta yang harusnya kita hargai dan kita hormati harus menjadi korban pembantaian Kelompok Kriminal Bersenjata,” ujar Kamal.

Baca Juga: Jangan Sampai Terlambat Dapat Rp600 Ribu Empat Bulan, Ayo Segera Daftar Sekarang

Lebih lanjut dijelaskannya, sehari-hari pendeta Eliaser Baye, sebagai pelayan gereja di Kampung Yereitma, Distrik Pija, Kabupaten Nduga.

Pelayanan pendeta Eliaser di Nduga, dalam rangka kegiatan konfrensi GKI di Wamena, yang akan digelar pada 26 - 28 Juli 2022 mendatang.

“Pak pendeta meninggalkan seorang istri dan enam orang anak,” ungkap Kamal.

Baca Juga: Pertemuan Pemimpin Keuangan G20, Sri Mulyani Peringatkan Soal Ini

Ia juga mengatakan, saat ini 11 orang korban diantaranya 9 orang meninggal dunia dan 2 orang luka-luka, telah dievakuasi ke Kabupaten Mimika.

Sementara itu, jenazah Pendeta Eliaser Baye sudah diserahkan kepada pihak keluarganya di Kenyam.

“Jenazah Pendeta Eliaser Baye rencananya akan disemayamkan di Gereja GKI Kenyam,” pungkasnya. ***

Editor: Wenseslaus Leriando Kambey

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bharada Eliezer Cabut Kuasa Terhadap Pengacara

Jumat, 12 Agustus 2022 | 07:38 WIB

Demokrat Belum Miliki Bakal Calon Presiden 2024

Jumat, 5 Agustus 2022 | 17:44 WIB

Terpopuler

X