• Kamis, 29 September 2022

Jangan Sampai Terlewatkan, Akhir Juli Bakal Terjadi Hujan Meteor

- Senin, 18 Juli 2022 | 15:14 WIB
Ilustrasi hujan meteor Alpha Capricornids dan Delta Aquariids, akan terjadi akhir Juli 2022. (Shutterstock)
Ilustrasi hujan meteor Alpha Capricornids dan Delta Aquariids, akan terjadi akhir Juli 2022. (Shutterstock)



My Sulut - Fenomena hujan meteor diprediksikan akan terjadi pada akhir Juli 2022 mendatang.

Prediksi fenomen hujan meteor, disampaikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

BRIN dalam keterangan pres menyatakan, fenomena hujan metor yang akan terjadi pada akhir Juli 2022, merupakan meteor Alpha-Capricornids dan Delta-Aquariids di langit bagian selatan.

Baca Juga: Ketum Giring: Kader PSI Manado Salah Satu yang Terbaik di Indonesia

Fenomena hujan meteor Alpha - Capricornids dan Delta - Aquariids, ternyata juga dapat dilihat dari wilayah Indonesia.

"Hujan meteor Alpha-Capricornids ini bisa diamati pada 30 – 31 Juli 2022 mulai pukul 20.00 WIB di ufuk timur. Namun waktu terbaik adalah setelah lewat tengah malam di arah langit selatan,” ujar Thomas Djamaluddin, peneliti utama bidang Astronomi dan Astrofisika BRIN.

Menurut Thomas Djamaluddin, bahwa sekitar lima meteor per jam diperkirakan akan nampak melintas di langit.

Baca Juga: Cedera Tak Surutkan Keinginan Siti Fadia Main di Final Singapore Open 2022, Hasilnya Juara

Hujan meteor Alpha-Capricornids sendiri berasal dari gugusan debu komet 169P/NEAT yang berpapasan dengan bumi.

“Debu-debu komet yang berukuran kecil memasuki atmosfer bumi lalu terbakar menampakkan seperti bintang jatuh. Walau jumlah meteornya sedikit, kadang-kadang hujan meteor ini menampakkan meteor terang dari sisa-sisa komet yang berukuran lebih besar,” tutur Thomas Djamaluddin.

Sementara itu, hujan meteor Delta Aquariids dapat dilihat pada tanggal 29-30 Juli 2022 mulai pukul 23.00 WIB dari ufuk timur.

Baca Juga: Bikin Bangga! Wakil Indonesia Juarai Tiga Sektor Singapore Open 2022

Adapun, Puncaknya berada di langit selatan sekitar pukul 02.00 WIB.

“Hujan meteor ini menampilkan belasan meteor per jam. Debu-debu komet 96P Machholz diduga menjadi sumber hujan meteor ini,” ujarnya.

Harapannya kondisi kemarau pada bulan Juli membuat pengamatan hujan meteor menjadi semakin menarik.

Baca Juga: Indonesia dan Jepang Beradu Strategi, Anthony Ginting Juarai Singapore Open 2022

Menurut Thomas, hujan meteor tersebut tidak berbahaya sebab debu-debu sisa komet akan habis terbakar pada ketinggian di atas 80 km.

Jika ingin menyaksikan hujan meteor dengan lebih baik perlu memilih lokasi pengamatan yang minim gangguan cahaya lampu.

Pengamatan meteor lebih baik tanpa alat karena mata mempunyai penglihatan yang lebih luas.

Baca Juga: Menang Dua Set Langsung, Apriyani - Siti Juara Ganda Putri Singapore Open 2022

Hujan meteor merupakan fenomena astronomi tahunan saat meteor tampak meluncur silih berganti dari titik tertentu di langit. ***

 

 

Halaman:

Editor: Wenseslaus Leriando Kambey

Sumber: Suara Merdeka

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bharada Eliezer Cabut Kuasa Terhadap Pengacara

Jumat, 12 Agustus 2022 | 07:38 WIB

Demokrat Belum Miliki Bakal Calon Presiden 2024

Jumat, 5 Agustus 2022 | 17:44 WIB

Terpopuler

X