• Kamis, 29 September 2022

Kasus Kematian Brigadir J, Komnas HAM Kantongi Sejumlah Bukti

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 18:32 WIB
Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara  Mengungkapkan Bahwa Komnas belum mengagendakan untuk memeriksan 25 anggota polisi yang diduga tidak profesional tersebut. (Ikbal Muqorobin/Harian Terbit)
Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara Mengungkapkan Bahwa Komnas belum mengagendakan untuk memeriksan 25 anggota polisi yang diduga tidak profesional tersebut. (Ikbal Muqorobin/Harian Terbit)

 



My Sulut - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) saat ini telah mengantongi sejumlah, terkait kasus kemarian Brigadir J.

Bukti-bukti tersebut, diperoleh Komnas HAM, usai melakukan pemeriksaan kembali tim Siber Bareskrim Polri, Jumat 5 Agustus 2022.

Melalui keterangan pers, Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengungkapkan, bukti yakng diperoleh yakni berupa foto dan chat (percakapan elektonik).

Baca Juga: Kasus Kematian Brigadir Yosua, Bareskrim Polri Bertanggung Jawab Tiga Laporan

Bukti-bukti tersebut, kata Beka Ulung Hapsara, diperoleh dari tim Siber Bareskrim Polri.

Menurut Beka Ulung Hapsara, dalam pengusutan kasus kematian Brigadir J, tim Siber Bareskrim Polri mengumpulkan sebanyak 15 ponsel.

"Sampai sejauh ini siber sudah mengumpulkan 15 hp dan kemudian 10 hp sudah diperiksa, 5 hp sedang dianalisa atau diproses," kata Beka Ulung Hapsara, dalam konferensi pers di Komnas HAM, Jumat 5 Agustus 2022.

Baca Juga: Kepribadian Bharada E Menurut Kawannya di Manado

Beka Ulung Hapsara, mengatakan dari 10 ponsel tersebut Komnas HAM sudah mendapatkan keterangan berupa percakapan, foto, dan dokumen digital lainnya.

Meski begitu, Beka Ulung Hapsara tidak menjelaskan lebih detail siapa pemilik 10 ponsel tersebut.

Hasil pemeriksaan hari ini, Komnas HAM juga mendapatkan administrasi penyelidikan yang dilakukan oleh Siber Bareskrim Polri.

Baca Juga: Daftar di KPU Secara Bersamaan, Bukti KIB Tetap Solid Menuju Pemilu 2024

Tidak hanya itu, Komnas HAM juga memperoleh raw material yang akan diperiksa lebih lanjut.

"Sebagai penutup proses keterangan Komnas HAM mendapatkan raw material, jadi bahan-bahan dasar soal percakapan dan lain sebagainya, yang itu akan kami analisa lebih lanjut," katanya.

Komisioner Pemantauan atau Penyelidikan Komnas HAM Chairul Anam menambahkan pihaknya ditunjukkan secara detail informasi yang ada di 10 ponsel yang dikumpulkan Siber Bareskrim Polri.

Baca Juga: Demokrat Belum Miliki Bakal Calon Presiden 2024

Dari 10 ponsel tersebut, pihaknya juga mencocokkan keterangan yang telah diterima saat melakukan pemeriksaan awal di Jambi.

"Selama proses dari pagi sampai sore itu bahan-bahan yang kami dapatkan dari Jambi itu terkonfirmasi," pungkasnya.***

 

 

 

Halaman:

Editor: Wenseslaus Leriando Kambey

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bharada Eliezer Cabut Kuasa Terhadap Pengacara

Jumat, 12 Agustus 2022 | 07:38 WIB

Demokrat Belum Miliki Bakal Calon Presiden 2024

Jumat, 5 Agustus 2022 | 17:44 WIB

Terpopuler

X